Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda pada Bahasa Tutur


Pernahkah Anda mengalami kesulitan menangkap isi percakapan ketika sedang bercakap-cakap dengan seorang teman? Apa saja sebabnya? Salah satu faktor penting penyebabnya kemungkinan besar adalah ketidaktepatan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda dalam mengucapkan kata atau kalimat.

Mengapa demikian? Anda perlu mengetahui bahwa lafal, tekanan, intonasi, dan jeda memegang peranan penting dalam bahasa tutur atau bahasa lisan. Ketidaktepatan dalam penggunaannya akan mengakibatkan isi tuturan tidak dapat dimengerti oleh pendengarnya dengan jelas. Oleh karena itu, agar terhindar dari kasus tersebut, Anda hendaknya mengenal dan menguasai lafal, tekanan, intonasi, dan jeda dalam bahasa tutur.

1.  Lafal
Lafal adalah cara mengucapkan bunyi bahasa. Misalnya, kata ”kita” berbeda bunyinya dengan kata ”pita”. Perbedaan pengucapan bunyi bahasa ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan konsonan dan vokal. 

2.  Tekanan
Tekanan adalah proses pemberian tekanan pada bagian kata yang dianggap lebih penting dalam sebuah kalimat.
Contoh: Saya akan pulang besok pagi bersama adik. Kalimat di atas dapat diberi penekanan berbeda seperti berikut.
a.    Saya akan pulang besok pagi bersama adik.
b.    Saya akan pulang besok pagi bersama adik.
c.    Saya akan pulang besok pagi bersama adik.
d.   Saya akan pulang besok pagi bersama adik.
Contoh di atas menunjukkan bahwa:
kalimat (a) menekankan pada kata saya, kalimat (b) menekankan pada kata akan pulang, kalimat (c) menekankan pada kata besok pagi, dan kalimat (d) menekankan pada kata bersama adik.

3.  Intonasi
Intonasi adalah lagu kalimat yang mencakup nada dan tekanan. Dalam hal ini intonasi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya nada dan keras lembutnya tekanan pada kalimat. Coba Anda lafalkan dua kalimat di bawah ini untuk lebih memahami mengenai perbedaan intonasi dalam kalimat.
a.    Bagaimana hasilnya? (intonasi naik)
b.    Kita tidak mendapatkan hasil apa-apa. (intonasi datar)

4.  Jeda
Jeda adalah perhentian sebentar dalam sebuah tuturan. Aspek jeda juga berpengaruh pada perubahan makna dalam tuturan.
Contoh:
a.    Paman ayah dan ibu baru datang dari Surabaya.
b.    Paman, ayah, dan ibu baru datang dari Surabaya.
Kalimat pertama memiliki makna yang baru datang dari Surabaya adalah paman dari ayah dan ibu. Adapun kalimat kedua memiliki makna yang baru datang dari Surabaya adalah paman, ayah, dan ibu.

Melafalkan Kata dengan Artikulasi yang Tepat

Apa yang dimaksud dengan artikulasi? Lalu, mengapa artikulasi sangat penting dalam pelafalan kata? Untuk memahaminya, terlebih dulu cobalah untuk melafalkan nama lengkap Anda dengan lantang. Nah, apakah Anda merasakan perbedaan pengucapan dalam pelafalan Anda, baik dari vokal atau konsonannya? Artikulasi berarti produksi bunyi bahasa yang terjadi karena gerakan alat ucap. Artikulasi merupakan bagian dari alat ucap yang dapat digerakkan atau digeserkan untuk menimbulkan suara bunyi. Adapun titik artikulasi adalah bagian alat ucap yang menjadi tujuan sentuh dari artikulator.

Bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat-alat ucap berdasarkan artikulator dan titik artikulasinya adalah sebagai berikut:

  1. Konsonan bilabial, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan kedua bentuk bibir. Misalnya, konsonan p, b, m, w.
  2. Konsonan labiodental, yaitu bunyi yang dihasilkan dengan mempertemukan gigi atas dan bibir bawah. Misalnya, konsonan f dan v.
  3. Konsonan apikodental, yaitu bunyi yang terjadi dengan ujung lidah dan daerah antargigi. Misalnya, konsonan t dan n.
  4. Konsonan apiko alveolar, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah sebagai artikulator dan lengkung kaki gigi sebagai titik artikulasinya. Misalnya saja konsonan t, d, n.
  5. Konsonan pealafal, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh bagian tengah lidah dan langit-langit keras. Misalnya, konsonan c dan j.


0 Response to " Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda pada Bahasa Tutur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel